The Lodge Maribaya, Si Destinasi Wisata Instagramable dari Bandung

Di era kekinian seperti sekarang ini, kriteria tempat destinasi yang lagi happening, salah satunya diukur Instagramable atau tidak. Sederhananya, suatu tempat destinasi dinilai Instagramable jika memiliki spot-spot yang mengundang decak kagum para netizen.

(All credit image by IG @thelodgemaribaya)

Nah, jika sedang berada di wilayah Bandung Jawa Barat, The Lodge Maribaya bisa Anda pertimbangkan untuk mencobanya. The Lodge Maribaya sendiri sebenarnya sudah beroperasi sejak 2015. Seiring dengan banyaknya pengunjung yang kesengsem dan membagikannya di media sosial, tak ayal membuat The Lodge Maribaya makin viral dan makin poluper tentunya.

Lantas apa saja yang ada di The Lodge Maribaya?

Berdasarkan informasi yang diunggah di website resminya, ada 5 layanan, yakni: camping, resto/café, team building, wedding, dan activation. Seperti yang ditulis Travel Kompas, berikut yang bisa Anda nikmati di The Lodge Maribaya. Di antaranya:

  1. Wahana Foto Kece

Sebelum berfoto ria di The Lodge Maribaya, pengunjung wajib membayar tiket masuk sebesar Rp 15.000 untuk Senin-Jumat, Rp 25.000 untuk Sabtu-Minggu, dan Rp 35.000 untuk Hari Libur Nasional. Setelah masuk, pengunjung dapat menjajal anjungan foto dengan berbagai tema. Tiap anjungan memiliki tiket harga sendiri.

  • Sky Tree (anjungan pohon) yang dihargai Rp 15.000-Rp 20.000,
  • Bamboo Sky (anjungan bambu) yang dibanderol Rp 15.000,
  • Zip Bike (anjungan foto sepeda terbang) Rp 20.000, juga
  • Mountain Swing (ajungan foto ayunan) Rp 20.000.
  • Gantole (anjungan foto paralayang) yang dihargai Rp 35.000
  • Hot Air Baloon (anjungan foto balon udara) yang dihargai Rp 20.000
  • Hammock (anjungan foto susunan hammock di pohon) yang dihargai Rp 35.000.

Semua anjungan foto memiliki pemandangan Tebing Lembang yang terkenal oleh kecantikan pohon pinusnya. Tempat ini juga dilengkapi fasilitas foto dari fotografer profesional, dengan harga satu hasil foto mentah (bukan dicetak) Rp 10.000 yang dapat dikirim lewat email.

  1. Area kemping

Tenda kemping di The Lodge Maribaya terkenal oleh bentuknya yang menyerupai bawang atau labu. Di dalam tenda terdapat kasur, bantal, sleeping bag, handuk, dan perlengkapan mandi.

Untuk kemping di The Lodge Maribaya, harga yang dikenakan adalah Rp 525.000 per orang. Jika dua orang menginap dalam satu tenda dikenakan biaya Rp 425.000 per orang, dan tiga orang dalam tenda dikenakan biaya Rp 375.000 per orang.

Harga menginap sudah termasuk tiket masuk, welcome drink, makan malam, sarapan, aktivitas trekking, panahan, tur naik Land Rover dan antrean awal di wahana foto. Area kemping juga dilengkapi kamar mandi, toilet, dan api unggun.

  1. Dua vila

Ada dua vila dengan nuansa Jawa yang kental, terlihat dari penggunaan gebyok dan dinding kayu ala rumah Joglo. Tiap vila dilengkapi kamar mandi dalam dan ruang tidur. Harga per malam Rp 2,3 – 2,5 juta, sudah termasuk aneka fasilitas layaknya peserta kemping. Keunggulan vila ini adalah tempatnya yang lebih privat.

  1. Restoran dan area makan

The Lodge Maribaya memiliki dua restoran yakni Dapur Hawu dengan hidangan khas Jawa Barat dan The Pines dengan hidangan ala barat. Fasilitas makan lainnya menyerupai food court dengan aneka jajanan khas Jawa Barat.

  1. Pertunjukkan Sendaratari Sangkuriang

Pada Sabtu (19/8/2017) The Lodge Maribaya menggelar Sendratari Sangkuriang untuk pertama kalinya. Sendratari tersebut dimainkan oleh anak-anak Desa Cibodas, diiringi musik khas Jawa Barat yang juga dimainkan oleh anak-anak setempat.

Rencananya, Sendratari Ramayana tersebut akan dibuat rutin dua kali dalam satu bulan. Sendratari akan digelar tiap Sabtu dengan harga tiket Rp 200.000 termasuk tiket masuk, camilan, makan malam, pertunjukan yang berlatar matahari tenggelam.

Asal Muasal The Lodge Maribaya

“The Lodge Maribaya ini sebenarnya (dibuat secara) tidak sengaja, semua terjadi spontan,” kata pemilik The Lodge Maribaya, Heni Nurhaeni Smith seperti ditulis Travel Kompas saat ditemui sebelum acara Sendratari Sangkuriang di area The Lodge Maribaya, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (19/8/2017).

(Credit image by IG @bangaswi. Owner The Lodge Maribaya, Heni Nurhaeni Smith dan suami, meluapkan kegembiraannya saat meresmikan wahana baru “Hot Air Balloon”, Rabu (21/6/2017)

Heni bercerita bahwa 12 tahun lalu ia membeli tanah yang berada di daerah Cibodas, Bandung Barat, yang sekarang untuk The Lodge Maribaya. Tempat itu ia beli untuk difungsikan sebagai tempat peristirahatan. Dahulu tanah tersebut gundul alias tak ada pohon. Heni pun akhirnya menanam 2.000 pohon.

Pemandangan langsung Tebing Lembang serta pemandangan matahari terbit dan terbenam membuat Heni jatuh cinta pada lokasi tersebut. Hingga akhirnya pada akhir 2015, ia membuka tempat kemping dengan konsep nyaman di The Lodge Maribaya.

“Ini kemping nyaman, untuk orang yang tak pernah kemping. Lama-lama orang fotoin karena bentuknya seperti labu atau bawang, dan ramai di Instagram,” sebut Heni. Akhirnya pengunjung The Lodge Maribaya terus bertambah, seiring dengan penambahan wahana seperti Sky Tree untuk berfoto. Diakui Heni, ia terinspirasi dengan wahana foto serupa di Yogyakarta.

Uniknya Heni sendiri sempat kewalahan akan jumlah kunjungan yang terus meningkat. Sang suami sampai menyarankan untuk menutup tempat tersebut. Namun Heni akhirnya memutuskan untuk serius menggarap The Lodge Maribaya.

Kini The Lodge Maribaya memiliki area kemping dengan tenda yang disewakan, dua vila, delapan wahana foto, restoran, dan area makan layaknya food court. Baru-baru ini, The Lodge Maribaya juga meluncurkan penampilan Sendratari Sangkuriang yang ditampilkan oleh anak desa setempat.

The Lodge Maribaya mempekerjakan 250 orang, dengan komposisi 90 persen warga sekitar dari Desa Cibodas. Pada akhir pekan, The Lodge Maribaya dikunjungi 5.000-6.000 pengunjung per hari. (*)

About Humas 455 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org