Eksotik! Pulai Mini Itu Bernama Takat Segele

Jangan bayangkan pulai ini seperti pulau-pulai pada umumnya. Pulau mini, bahkan supermini, hanyalah sebuah daratan yang tidak tertutup air laut. Lebarnya pun hanya sekitar 6 meter dengan lebar di bagian tengah sekitar 2 meter. Bentuknya tidak persegi panjang, tetapi lonjong.

(Tampak pelancong bermain air dan mengamati ikan kecil di Takat Sagele, kawasan Pulau Moyo, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/3/2017). Selain menjadi surga para penyelam permukaan (snorkeling), Takat Segele yang merupakan pulau mini dari karang ini juga menarik para wisatawan untuk sekadar berfoto ataupun turun dari kapal untuk menginjakkan kaki di permukaannya yang dangkal. (Kompas/Rony Ariyanto Nugroho)

Secuil daratan inilah yang dikenal sebagai Takat Segele, pesona wisata lain di kawasan perairan laut Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Perairan di sekitar daratan kecil-mungil itu sangat jernih sehingga bagian dalam ”pulau” supermini tampak jelas. Di luar bagian yang kasatmata karena air sangat jernih adalah perairan dalam, seperti juga perairan di kawasan itu.

Karang-karang bercabang di sekeliling daratan mini yang masuk dalam genus Acropora tumbuh cukup subur. Di Takat Segele, tanpa perlu kacamata renang, ikan-ikan kecil berwarna-warni yang bergerak lincah terlihat jelas.


Saat berdiri di bagian tengah kawasan itu, lalu memandang ke arah barat, hanya ada hamparan laut lepas. Sementara di sisi timur, kawasan hutan konservasi Taman Buru Pulau Moyo terlihat hijau dan masih lebat, serupa dengan daratan Sumbawa di sebelah selatan dan Pulau Medang di utara. Jika mendongak ke atas, langit biru melengkapi pesona kawasan itu.

Takat Segele berarti gundukan kerikil karang. Pulau supermini itu seperti pulau gosong yang ditemui di tempat-tempat lain di Indonesia, seperti Kepulauan Seribu di Jakarta atau Karimunjawa di Jawa Tengah, dan biasanya terbentuk oleh endapan pecahan karang, koral, dan hewan laut lain.

Menurut Ikhsan Adi Maulana (35), anak buah kapal cepat (speedboat) Bintang Moyo, kapal sewaan yang melayani penyeberangan ke Pulau Moyo, gundukan kerikil karang itu merupakan sisa-sisa pengeboman ikan di perairan laut Pulau Moyo, sekitar tahun 1995 silam.

”Karang-karang yang mati akibat pengeboman dihantam arus dari berbagai arah, kemudian berkumpul di tengah. Tetapi, saat ini, di sekitar Takat Segele tidak semua karang mati. Masih banyak juga karang yang hidup,” kata Ikhsan.

Takat Segele terletak sekitar 3 kilometer dari Labuhan Haji, desa yang menjadi salah satu tempat berlabuhnya kapal penyeberangan di Pulau Moyo.

Saat air pasang, terutama pada sore hari, Takat Segele hanya terlihat bagian ujungnya, seperti pada Selasa petang itu. Saat air surut akan terlihat gundukan setinggi 2 meter. Berbagai kegiatan bisa dilakukan wisatawan di Takat Segele yang luasnya sekitar 1 hektar, seperti berenang, selam permukaan (snorkeling), dan menyelam. Area snorkeling memiliki kedalaman sampai 3 meter melingkari Takat Segele, sedangkan untuk menyelam 15-25 meter.

Sudarmadi (34), warga Labuhan Haji yang juga pemilik kapal Bintang Moyo, mengatakan, Takat Segele menjadi salah satu favorit wisatawan, baik domestik maupun asing, yang berkunjung ke Pulau Moyo.

”Para wisatawan mendapat informasi tentang Takat Segele dari internet. Jadi, begitu tiba di Moyo, mereka biasanya langsung menanyakan dan meminta diantarkan ke Takat Segele,” kata Sudarmadi.

Takat Segele memang menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan bagi wisatawan yang datang ke Moyo. Tak hanya wisata air, wisatawan juga dapat menikmati matahari tenggelam (sunset) dari atas kapal. ”Pengunjung dapat berada di Takat Segele hingga maghrib,” kata Sudarmadi.

Potensi Moyo

Selain Takat Segele, Moyo tentu saja memiliki banyak obyek wisata lain yang tak kalah indah. Sebut saja Air Terjun Mata Jitu yang populer dan menjadi tujuan utama serta pernah dikunjungi mendiang Putri Diana dari Kerajaan Inggris.

(Credit Image: tamariskrtw.com)

(Credit Image: Imam Pamuji)

Obyek lain adalah Pantai Tanjung Pasir dengan pemandangan matahari terbit dan Gunung Tambora serta Pantai Ai Manis dengan hamparan pasir putih dan spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong pengembangan pariwisata di Pulau Moyo. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Muhammad Ikhsan menuturkan, saat ini ada empat investor yang telah mengajukan izin lokasi untuk membangun hotel di Pulau Moyo.

Sayang, infrastruktur jalan di pulau itu, terutama yang menuju Air Terjun Mata Jitu, masih sangat buruk karena masih berupa tanah berbatu. Pemkab Sumbawa berencana menambah jumlah kapal yang berlayar secara rutin dari Sumbawa ke Pulau Moyo melalui kerja sama dengan investor. Hal itu dilakukan untuk memudahkan mobilitas wisatawan ke Moyo. (*/Sumber: Kompas)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org