Melongok Pesta Kenduri Laut, Budaya dan Ungkapan Rasa Syukur Nelayan Kabupaten Tapanuli Tengah

Tak disangkal Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya. Salah satunya adalah Kenduri Laut di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Kenduri Laut sendiri merupakan tradisi yang dilakukan setahun sekali, yang telah menjadi tradisi turun temurun sebagai warisan leluhur.

Kenduri Laut Tapteng

(Sumber: KarakterNews. Foto: BlogAnthoynh)

Kenduri Laut juga merupakan kearifan lokal yang harus tetap dilestarikan, karena budaya ini dikenal di sejumlah daerah pesisir sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah, dan sekaligus bentuk do’a agar terhindar dari bencana dan bahaya.

Kenduri Laut di Tapteng ini biasanya dilakukan di tepi pantai pada malam hari dan berlanjut pada siang hari. Upacara inti dilakukan pada malam hari dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dari 11 kecamatan. Setiap perwakilan dari masing-masing kecamatan membawa hasil bumi seperti padi, sayuran serta buah-buahan yang kemudian dilakukan parade di atas panggung secara bergantian.

Menyerahkan-Hasil-Bumi_Kenduri Laut Tapteng

Guna memeriahkan acara, digelar juga beberapa perlombaan seperti Lomba Perahu Naga, Lomba Layang-layang dan perlombaan lainnya. Pesta Kenduri Laut di Tapteng ini biasanya dilakukan di bulan Oktober dan bagi wisatawan tentu melengkapi agenda liburannya selain menikmati keindahan Pulau Murshala atau Pulau Unggeh yang menjadi ikon Tapteng.

Dalam sebuah kesempatan Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi mengatakan pesta adat ini sebagai ungkapan rasa syukur akan hasil tangkapan ikan dengan dibarengi peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman kekayaan laut dan biotanya dengan baik. Erry berpesan untuk mengutamakan kepentingan bersama yang berkelanjutan di atas kepentingan pribadi. Erry juga menekankan, potensi maritim harus dijaga dengan baik.

Lebih lanjut ia mengatakan, para nelayan juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian laut serta isinya. Karenanya, ia menghimbau agar nelayan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, dengan tetap menjaga ekosistem terumbu karang, tempat di mana ikan bisa berkembang biak. “Seluruh masyarakat nelayan, baik tradisional maupun nelayan yang menggunakan teknologi tangkap ikan canggih harus mengedepankan upaya pelestarian keanekaragaman kekayaan laut demi kepentingan bersama,” pesan Erry.

Tapteng wisata

(Sumber: Tapteng.go.id)

Seperti diketahui, Kabupaten Tapteng kaya akan potensi wisata, baik wisata laut, bawah laut, maupun wisata pantai bahkan sejumlah lokasi wisata religi. Potensi itu harus terus dikembangkan untuk menarik minat kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Makam Papan Tinggi

(Sumber: Phinemo)

Pihak Pemkab sendiri melalui Bupati Tapteng, Syukran J Tanjung menjelaskan, pihaknya telah mencanangkan Tapteng sebagai Negeri Wisata Sejuta Pesona dengan menggerakkan seluruh potensi wisata yang ada di Tapteng. Khusus untuk wisata religi, Pemkab Tapteng akan melakukan pemugaran dan pelestarian makam tua Papan Tinggi. (*)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org