Humas Kementerian Dukung Apkasi TV

www.apkasi.org.

Keseriusan Apkasi mengembangkan televisi streaming, Apkasi TV, menuai pujian dari humas-humas kementerian. Hal ini terlihat dalam lanjutan workshop yang diselenggarakan Apkasi, khusus untuk mengenalkan televisi streaming, Apkasi TV, kepada bagian publikasi dan humas 43 kementerian dan lembaga negara, pada Rabu 30 September 2015 di Kantor Sekretariat Apkasi.

“Saya kira ini langkah maju dari Apkasi. Teknologi seperti ini kami harapkan bisa memberikan informasi lebih luas kepada masyarkat. Kalau bersinergi dengan web atau portal kementerian, menurut saya ini sedikit berbeda dan saya mengharapkan ini terwujud,” jelas Syamsudin, Bagian Humas Kemempora.

Syamsudin menambahkan, kalau mungkin nantinya dibuatkan link yang dapat menghubungkan langsung Apkasi TV dengan portal-portal kementerian. Hal tidak jauh berbeda juga disampaikan AKBP Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, yang mewakili Humas Mabes Polri, Kamal menyampaikan, ide Apkasi ini harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia telekomunikasi dan pemerintah di daerah.

“Enam bulan lalu, Polri juga membangun jaringan hampir mirip dengan Apkasi TV. Tapi, karena aparatur di daerah kurang bisa menjalankan program, termasuk cara membuat berita, yah, sampai saat ini begitu-begitu saja. Termasuk yang saya soroti adalah kualitas internet di daerah. ini kan basisnya streaming. Akan tetapi, ide Apkasi ini harus diapresiasi,” terang Kamal.

Mendengar hal itu, dua narasumber yang disiapkan Apkasi yaitu Zaidin A. Zaiti (Staf Ahli Apkasi Bidang Komunikasi dan Publikasi) dan Imawan Mashuri (Ketua Umum Asosiasi Televisi Lokal Indonesia, memberikan jawaban.

“Kalau soal jaringan internet, kami sudah berkunjung ke Telkom. Dan mereka (Telkom) sudah punya program, dalam dua tahun ke depan akan terus menambah jaringan 4G. Bahkan mereka mengaku, dua tahun ke depan, semua daerah di Indonesia sudah jaringan 4G,” terang Imawan.

“Terkait dengan link ke web atau portal kementerian, inilah kelebihan Apkasi TV. Semua bisa dilakukan dan itu memang sudah kami rancang sejak awal. Tidak hanya itu, kami juga menyiapkan storage dan penyimpanan data yang tidak terbatas, sehingga akses bisa lebih mudah. Kami sudah bekerjasama dengan Indonesia Cloud untuk penyimpanan data,” tambah Imawan.

Sementara itu, Kapuspen Kemendagri, H. Dodi R, yang turut hadir, mempertanyakan kemampuan aparatur humas pemkab dalam membuat berita video nantinya. Dodi juga menyoroti soal masih minimnya jaringan internet berkualitas di daerah. “Saya kira kita harus memperhatikan aparatur di daerah, khususnya humas, yang nantinya akan mengirimkan berita atau video. Apkasi juga harus mendata bagaimana kondisi jaringan internet di daerah,” tanya Dodi.

“Kalau soal internet, kami optimis, akan terus membaik. Data yang kami dapatkan, sekitar 270 daerah kabupaten sudah memiliki jaringan internet stabil. Stabil dalam hal ini tidak hanya terpusat di perkantoran atau pusat bisnis, tapi sudah ke desa-desa,” terang Imawan.

Sementara itu Zaidin menambahkan untuk meningkatkan kemampuan aparatur humas di daerah, Apkiasi akan melaksanakan pelatihan bagaimana membuat berita yang baik, mengambil gambar dan video, bahkan hanya dengan menggunakan HP. Ini sudah dirancang, sehingga humas Pemkab tidak kesulitan. “Nah, bedanya lagi, humas pemkab hanya bisa mengirimkan saja sedangan tim Apkasi TV yang akan mengedit sehingga layak tayang. Artinya, itu juga terjadi untuk rekan-rekan di humas kementerian,” tambah Zaidin.

Secara umum, para humas dan divisi bidang pemberitaan dari 28 kementerian yang hadir, mengapresiasi dan mendukung upaya Apaksi dalam merealisasikan Apkasi TV. Dari saran-saran dan masukan yang diberikan humas kementerian, terlihat jelas bahwa media Apkasi ini akan mendapat dukungan.

“Kami ingin Apkasi TV ini memiliki data base yang sudah standar dalam pertelevisian. Misalnya data penontonya dan dari daerah mana saja yang paling banyak, sehingga kami di humas, bisa menentukan konten-konten yang sesua karakter penontonnya,” pesan Reza, Biro Komunikasi Kementerian Keuangan.

Hal yang sama juga disampaikan Humas Kementerian PU. “Mendengar pemaparan tadi, kami mendukung. Akan tetapi, perlu diperhatikan soal dana partisipasi. Di sini saya lihat harganya kalau di total lebih dari Rp 200 juta. Kalau bisa dikurangi sehingga di bawah Rp 200 juta, sehingga bisa penunjukan langsung. Ini hanya saran saya saja, sehingga di kami tidak jadi permasalah hukum nantinya,” pesan Saiful Bachri, Humas Kementerian PU.

Zaidin pun menyatakan akan menyampaikan permintaan dan masukan para peserta kepada Apkasi dan juga manajemen Apkasi TV. “Kalau soal biaya, tentu akan menjadi pertimbangkan. Kami juga tidak ingin teman-teman mendapat permasalahan. Yang pasti, televisi ini merupakan wujud kepedulian Apkasi untuk daerah dan untuk mempermudah penyampaian informasi dari pemerintah pusat dan daerah, demikian juga sebaliknya. Saran-saran, begitu juga dengan masukan teman-teman, merupakan modal penting bagi kami untuk pengembangan Apkasi TV yang lebih baik,” tutup Zaidin. (hen/mz)