Jakarta, Apkasi.org. Perjalanan pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2023 kini memasuki tahapan audisi seleksi menuju 15 Besar Finalis POI 2023. Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum Apkasi yang diwakili oleh Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Apkasi, Hj. Anne Ratna Mustika (Bupati Purwakarta) didampingi Ketua Bidang Politik dan Keamanan Apkasi RA Joune Ganda (Bupati Minahasa Utara) dan Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang di Jakarta, (07/06/2023).

Dalam sambutannya, Ambu Anne, sapaan akrab Bupati Purwakarta ini mengapresiasi ketelibatan pemerintah kabupaten yang memberikan support dengan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti ajang POI 2023. “Saya harapkan finalis yang hari ini mewakili daerahnya masing-masing, akan menjadi salah satu motivator bagi generasinya yang menularkan pemahaman bagaimana potensi daerah itu dikembangkan dan kemudian dipromosikan yang ujungnya diharapkan membawa dampak positif bagi pembangunan di daerah,” imbuhnya.
Ambu Anne juga menekankan para finalis juga bisa terus menyebarkan pemahaman otonomi daerah, dalam kerangka semangat mengeksplor potensi daerahnya masing-masing. Ia lantas bercerita bahwa dulunya ia pernah memenangi Mojang Purwakarta pada 2001. “Proses perjalanan hidup ini tentu bisa kita ambil pembelajaran yang kelak akan bermanfaat di masa mendatang,” ujarnya sambil menitipkan pesan agar para finalis semangat mengikuti proses dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin jejaring sosial di tingkat nasional.

[Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang. Foto: Humas Apkasi]
Sementara itu, Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang menjelaskan, Pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2023 ini merupakan ajang kompetisi, yang memberikan kesempatan bagi para putri di tingkat kabupaten, untuk bisa bersaing di kancah nasional. Selaku Ketua Panitia, ia melaporkan dari pendaftar yang masuk dan lolos seleksi administrasi, saat ini telah berkumpul di Jakarta sebanyak 37 finalis mewakili pemerintah kabupaten masing-masing. “Dari sini nanti akan mengerucut menjadi 15 Besar Finalis yang berhak tampil untuk tahapan karantina hingga grand final yang akan berlangsung di Kabupaten Kebumen,” ujarnya.
Selama menjalani proses audisi seleksi menuju 15 besar ini, lanjut Sarman, para peserta akan mendapatkan pembekalan berbagai materi, di antaranya tentang ke-Apkasi-an yang dititikberatkan pada pemahaman secara umum mengenai pelaksanaan otonomi daerah. “Kemudian nanti akan ada sesi workshop public speaking hingga materi grooming, yang mana materi ini dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada para finalis, bagaimana cara berbicara di depan kahalayak umum hingga tips-tips tampil cantik secara mandiri,” ujarnya.
Sarman menekankan bahwa perhelatan POI 2023 bukanlah sembarang ajang pemilihan putri seperti pada umumnya. “POI ini bukan kegiatan kaleng-kaleng, karena kita tahu juara POI 2022 mendapat penghargaan yang tak ternilai harganya, yakni menjadi Wamendagri sehari, beneran dia dijemput menggunakan mobil dinas Wamendagri lengkap dengan atribut Kemendagri serta mengikuti jadwal Wamendagri pada hari itu,” katanya.
Untuk itulah, Sarman mengajak kepada para finalis untuk semangat mengikuti ajang POI 2023. “Namun demikian, saya mengingatkan bahwa setiap ajang ada yang kalah dan yang menang. Buat yang kalah janganlah galau, ambil hikmah jika tahun ini belum berhasil dan tetap semangat berkontribusi sebagai generasi muda untuk tetap terlibat dalam pembangunan,” katanya.

[Ketua Bidang Politik dan Keamanan Apkasi RA Joune Ganda (Bupati Minahasa Utara). Foto: Humas Apkasi]
Sementara itu, Ketua Bidang Politik dan Keamanan Apkasi RA Joune Ganda menambahkan kegiatan POI 2023 juga membawa pesan keberagaman namun tetap satu. “Tentunya kita berharap finalis yang hadir hari ini dari berbagai pulau di Indonesia, berkompetisi dengan fair dan kita tetap mengdepankan meskipun berbeda, namun kita memiliki semangat yang sama, semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tukasnya. (*)