Apkasi Fasiltasi Guru-guru di Pakpak Bharat Asah Growth Mindset

Pakpak Bharat, Apkasi.org. Wakil Bendahara Umum Apkasi, H. Arif Sugiyanto, SH yang mewakili Ketua Umum Apkasi memberikan sambutan pada webminar pendidikan untuk para guru di Kabupaten Pakpak Bharat dengan tema: “Mewujudkan Guru Cakap Bermedia Digital, Cakap Numerasi dan Berkarakter Dalam Menghadapi Tantangan Global”. Kegiatan virtual yang menghadirkan Menteri Kominfo Johnny G Plate sebagai keynote speach ini terselenggara atas kerjasama Apkasi dengan YPAN dan Sahabat Guru pada Kamis (02/09/2021).

Arif Sugiyanto, yang juga Bupati Kebumen menjelakan bahwa Apkasi sebaga wadah komunikasi pemerintah kabupaten dengan anggota 416 kabupaten di seluruh tanah air telah menjadi organisasi yang diperhitungkan, tidak hanya pemerintah pusat namun juga DPR, DPD, MPR, kementerian-lembaga, swasta juga kalangan akademik, LSM serta masyarakat luas. Apkasi, tambahnya menjadi mitra strategis bagi pusat dalam memperjuangkan aspirasi daerah yang mendukung cita-cita rakyat, cita-cita masyarakat untuk hidup lebih baik lagi dan lebih sejahtera.

Arif juga menggarisbawahi salah satu pekerjaan rumah pemerintah, adalah pembangunan SDM dan kualitas SDM menjadi sangat fundamental sebagai dasar dalam menjaga masa depan bangsa dan menjadi pondasi yang kuat di tengah sengitnya persaingan di tingkat regional maupun global. Ia menambahkan, tantangan di ruang digital saat ini semakin besar dan menyentuh semua bidang kehidupan, baik plotik, pemerintahan, ekonomi, sosial-budaya dan pendidikan.

Menyikapi tantangan tersebut, Arif menambahkan, literasi digital menuju masyarakat yang cakap menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Literasi digital tidak hanya menuntut penguasan teknologi semata, melainkan mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. Ia berujar, “Hal ini menjadi tantangan bagi penyelenggara pemerintahan untuk memberikan literasi kepada msyarakat luas serta menyiapkan kualitas SDM demi tercapainya masyarakat yang cakap digital.”

Dalam perspektif pendidikan inilah, Arif menekankan bahwa guru sebagai komponen utama harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi di era digitalisasi seperti saat ini. “Selain keahlian dan kecakapan untuk mengajar, guru juga harus melek dan cakap digital. Guru harus memiliki mindset yang terus bertumbuh dan terbuka, mampu beradaptasi dengan memanfaatkan platform-platform yang relevam dengan kondisi saat ini,” sambungnya.

Bagi para pendidik, lanjutnya, harus mampu melakukan pembelajaran jarak jauh menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19, mengusai teknik-teknik mengajar yang baru, menggunakan learning management system dan lain sebagainya. Ia menambahkan, “Guru harus bisa menghadapi tantangan saat ini, dan tantangan global di era yang serba digital ini adalah mampu mencetak lulusan-lulusan yang berkemampuan menyelesaikan masalah-masalah yang kompleks, yang satu per satu harus kita restitusi persoalan-persoalan apapun itu, baik persoalan dalam negeri, persoalan-persoalandi masyarakat meliputi ekonomi, sosial, budaya masalah keamanan juga masalah pendidikan yang juga tidak kalah pentingnya.”

Arif lantas  mengingatkan para guru harus terlatih berpikir kritis untuk manganalisis setiap permasalahan yang muncul di era digital sehingga kelak diharapkan mampu mencetak lulusan-lulusan SDM yang andal, trampil memilih dan memilah semua informasi yang positif serta memiliki kepribadian dan karakter mulia.

Dalam konteks ini, sambung Arif, Apkasi berkomitmen untuk mengawal dan mendukung guru-guru di daerah dalam penguasaan teknologi informasi digital. “Selama 10 tahun terakhir, Apkasi bersama Yayasan Adiluhung Nusantara telah melatih lebih dari 160.000 tenaga pendidikan di 180 derah di Indonesia. Kami yakin dengan sinergi berbagai pihak, langkah ini akan mampu mempercepat pemerataan pendidikan di tanah air,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dalam sambutannya selaku tuan rumah mengatakan bahwa berbicara pendidikan bukanlah hal yang sederhana melainkan kegiatan yang dinamis dan penuh tantangan. Ia menambahkan, pendidikan selalu berubah seiring dengan perkembangan jaman, oleh karena itu pendidikan memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan mutu sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

“Solusi dari permasalahan ini ada pada pola pikir kita, di mana kita harus mengikuti transformasi digital dan transformasi digital ini, mau tidak mau harus menjadi ekosistem kita dengan tidak meninggalkan esensi dari tujuan pendidikan itu sendiri yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan kepada peserta didik,” ujarnya.

Teknologi digital, lanjut Franc akan membantu kita tetap menjamin proses pembelajaran melalui daring. Perubahan ke era digital ini menuntut para pendidik untuk selalu belajar dan berinovasi bahkan sampai pada di luar kompetensi profesionalismenya sehingga komunikasi dan interaksi antara guru dengan peserta didik dan orang tua siswa dapat berjalan dengan baik.

Franc menjelaskan, salah satu upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam membentuk sumber daya guru yang memiliki pola pikir berkembang adalam melalui kerjasama antara Pemkab Pakpak Bharat dengan Yayasan Teknologi melalui pelatihan numerasi metode gasing yang merupakan kepanjangan dari gampang, asyik dan menyenangkan yang dikembangkan oleh Prof. Surya Johannes, Ph.D.

Ia mengatakan, “Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkat kemampuan numerasi, ketrampilan tingkat tingkat tinggi dan sikap komunikatif dan kolaboratif. Dengan mencermati program ini sudah banyak guru yang semakin kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran sehingga peserta didik lebih mudah belajar tentang konsep-konsep yang lebih tinggi lagi.”

Terkait dengan layanan mutu di era digital ini, papar Franc ada beberapa hal, yakni; pertama agar para guru mau dan mampu merubah pola pikir yang selama ini hanya mengandalkan proses pembelajaran manual kepada peserta didik sekarang harus bertransformasi menjadi paduan digital dan manual; kedua, dengan menyadari kata ristek yang melekat pada diri peserta didik untuk mencapai hasil yang maksimal dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan salah satunya adalah orang tua.

“Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengharapkan sinergitas komunikasi antara sekolah yang dalam hal ini adalah para guru dengan para orang tua dalam proses pembelajaran peserta didik. Kemudian, hal ketiga melihat daerah Pakpak Bharat yang daerahnya mayoritas berada di daerah pedalaman di mana akses komunikasi mungkin menjadi salah satu kendala di ekosistem digital saat ini, maka dibutuhkan inovasi kreatif dari para guru dalam proses pembelajaran sehingga capaian maksimal peserta tetap dapat tercapai,” lanjutnya.

Hal keempat, imbuh Franc, hendaknya seluruh guru di Pakpak Bharat dapat menyadari tugas dan tanggung jawab keguruannya sebagai panggilan bukan hanya sekedar pekerjaan sehingga ke depan dapat diharapkan hasil dari tugas panggilan itu terlihat dari meningkatnya pendidikan peserta didik di Pakpak Bharat ini.

Tampil sebagai pembicara panelis dalam webinar ini, salah satunya adalah, Dr. Suyoto, M.Si yang membawakan topik paparan tentang fix mindset sebagai hambatan utama menuju digital culture. Suyoto yang pernah menjabat sebagai Bupati Bojonegoro ini menekankan perlunya growth mindset agar para pendidik tidak terjebak dalam pola pikir mindset sehingga bisa menemukan kreativitas dan inovasi memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi.

“Agar guru bisa sukses di era digital ini, Anda-lah nahkodanya. Jangan menyerahkan remote control kepada orang lain. Sukses dan tidak itu tergantung kepada kita sendiri, apakah guru akan sukses menjadi guru yang mampu mengantarkan kehidupan yang lebih baik kepada murid-muridnya, kitalah yang menentukan bukan siapa-siapa. Apakah kita takut dengan tantangan, takut terhadap perubahan maka saatnya kita melihat diri kita apakah seorang yang fixed mindset ataukah growth mindset, akankah kita akan hilang ketika berselayar di dunia digital, sekali lagi kita akan ditanya seberapa kuat integritas kita dan karakter ke-Indonesia-an kita,” papar Suyoto bersemangat.

Ir. Drs. Djohan Yoga, M.Sc, MoT. PhD. untuk membahas lebih dalam mengenai solusi terhadap culture shock akibat tuntutan blanded learning dan fully online learning menuju era digital learning. Djohan menitikbertakan pda kenyataan bahwa dunia saat ini tengah berubah dengan sangat cepat.

“Makanya kita mengenal istilah changing world, apalagi setelah adanya Covid-19, kampus-kampus kita, ruang-ruang kelas kita kosong, tidak boleh masuk ke kampus maupun ke sekolah. Akibatnya anak-anak didik kita ini harus belajar dari rumah. Untungnya kita ada teknologi sehingga belajar pun bisa berlanjut dengan konsep pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Inilah cara-cara baru dalam proses pembelajaran,” kata Djohan yang mengikuti kegiatan langsung dari Singapura.

Menurut Djohan, duni pendidikan memang menjadi sektor yang paling terdampak dengan pandemi Covid-19 ini. “Sehingga digital ini sangat membantu dunia pendidikan, namun disisi lain karena siftany membantu, maka kita ini mau tidak mau harus beradaptasi dengan teknologi baru tersebut. Semuanya, mulai dinas pendidikannya, kepala sekolah, guru, murid termasuk orang tuanya,” imbuhnya.

Kunci dari perubahan di masa perubahan ini, lanjut Djohan adalah mindset atau pola pikir. “Maka kita mengenal growth mindset yang menjadi salah satu penentu jalan menuju sukses, karena mindset ini akan menentukan action kita dan pada akhirnya dari action itulah yang menentukan result kita. Apa yang kita dapatkan itu tergantung dari apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan itu dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan,” katanya.

Growth mindset, tekan Djohan bukan masalah deklarasi saja, tapi lebih kepada sebuah proses perjalanan. “Inilah kenapa growth mindset itu belum tentu ajeg ada di dalam diri seseorang, adakalanya dia akan merasa lelah dan ingin menyerah. Di sinilah guru-guru bisa menularkan growth mindset kepada anak didiknya untuk bersabar dalam menjalani proses. Dengan growth mindset juga menjadi pendekatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan akademik melalui cara-cara non akademik,” tukasnya. (*)

About Humas 593 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org