Kementerian Perdagangan dan Apkasi Siap Jalin Kerja sama Tingkatkan Potensi Unggulan Daerah

Kurangnya strategi pemasaran dalam merebut pasar di luar negeri memang masih menjadi kendala serius. Menjadi ironi ketika produk-produk unggulan dari Indonesia lebih banyak dinikmati oleh negara-negara lain yang bisa mengemas dengan lebih baik serta memiliki akses networking yang lebih luas.

Inilah yang kemudian ditangkap oleh pihak Kementerian Perdagangan untuk lebih pro aktif. Hal ini disampaikan oleh Andy Ruswar, Direktorat Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan RI yang berkunjung ke Sekretariat Apkasi di Sahid Sudirman Center, Jakarta. Andy pun lantas memberikan informasi terbaru di Kementerian hingga contoh-contoh sukses beberapa daerah yang berhasil menembus pasar luar negeri melalui ekspor produk unggulan.

Kemendag-Apkasi

(Foto: Humas Apkasi. Tampak dari kiri Andy Ruswar menjelaskan program yang tengah dijalankan Kementerian Perdagangan di depan Tim Apkasi)

Andy juga menjelaskan bahwa di Kementerian Perdagangan telah memulai 3 inisiatif program yang bisa dimanfaatkan oleh para pemerintah kabupaten. Pertama, adalah program House of Infonesia, di mana Kementerian Perdagangan melalui jaringan internasionalnya telah berhasil membuka trading house yang bisa dimanfaatkan oleh Pemkab untuk mendisplay produk unggulannya. “Saat ini trading house sudah ada China, Jerman, dan menyusul Kuwait yang lagi dirintis pembukaannya,” imbuh Andy.

Program kedua adalah misi dagang, di mana dalam setahun telah diagendakan ada 16 kali keberangkatan ke 16 negara. Andy menyebutkan, “Kami dari Kementerian siap mendampingi baik dalam urusan yang terkait dengan goverment maupun urusan teknis lainnya.”

Program yang ketiga adalah P3ED atau Pusat Pelatihan dan Pengembangan Expor Daerah. “Program ini sudah dibentuk lembaganya yang tujuannya untuk membantu para pemerintah daerah lebih siap dalam urusan ekspor baik dari sisi SDM, maupun pengetahuan teknis ekspor,” imbuh Andy. (*)