Ajak Humas Pemkab Produktif Hasilkan Konten, Apkasi Gelar Workshop Jurnalistik

Salah satu fungsi humas di Pemkab adalah sebagai pintu masuk dan keluar sebuah informasi yang berhak diakses oleh publik. Untuk itulah, para praktisi humas di Pemkab harus memiliki skill dan kreatifitas untuk menggali potensi informasi di daerahnya masing-masing. Ini pula yang menjadi landasan Apkasi menyelenggarakan Workshop Jurnalistik yang berlangsung setengah hari di Jakarta, (20/10).

apkasi-workshop-jurnalistik

(Sumber image: Humas Apkasi. Suasana workshop jurnalistik bagi para praktisi humas Pemkab di Kantor Sekretariat Apkasi, Jakarta, (20/10)

Berlangsung di Kantor Sekretariat Apkasi di Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta, workshop jurnalistik yang diselenggarakan bekerjasama dengan PT Otonomindo Media Publik, diikuti oleh sekitar 70-an praktisi humas dari Pemkab dari seluruh Indonesia. Salah satu pematerinya adalah Dwi Setyo Irawanto, yang saat ini masih aktif di sebuah kantor berita asing berkantor di Jakarta. Dalam kesempatan ini Dwi Setyo memberikan sharing pengetahuan mengenai pernulisan informasi dan sosialisasi efektif.

Dwi Setyo menekankan bahwa praktisi humas harus mahir menulis efektif yang bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman, kebingungan, mempercepat saling pengertian dan memudahkan produksi tulisan. “Dengan menulis efektif, humas bisa menempatkan tulisan pada fungsinya, yakni yang pertama inform, kedua to persuade, dan ketiga to entertain, dengan kata lain output tulisan akan bisa memperbaiki komunikasi dan saling pengertian.

Tulisan yang efektif, tambah Dwi Setyo haru memenuhi dua unsur penting, yakni pertama clear dalam arti pengertian pembaca sama persis dengan maksud penulis dan tidak ambigu atau tidak ada maksud ganda. Unsur kedua adalah concise di mana tulisan itu sebaiknya ringkas tapi sekaligus tajam, tidak ada paragraf, kalimat dan kata yang mubazir. “Kalau memang informasi cukup, stop,” tukasnya sambil menambahkan setelah kedua unsur ini terpenuhi, selanjutnya perhatikan unsur interesting atau entertaining-nya.

Proses menulis, sambung Dwi Setyo bisa diawali dengan mencari ide/gagasan, mengolah dan mengembangkan gagasan, menggali bahan-bahan penulisan, menulis kerangka tulisan, dan menuliskan draft tulisan. “Selanjutnya bisa dilakukan revisi ulang, menuliskan kembali, dan merevisi ulang sekali lagi,” imbuhnya.

Untuk menjawab pertanyaan yang kadang membuat para penulis bingung harus memulai dari mana, Dwi Setyo memberikan semangat bahwa banyak sumber yang bisa dieksplor. Misalnya, berita atau informasi umum, event semisal Karimata Sail, Festival Kopi Internasional, peristiwa, hal-hal rutin seremonial, agenda kegiatan dan lain-lain. “Juga hal-hal lain yang menarik seperti potensi ekonomi, potensi wisata, potensi kawasan, atau bisa mengangkat profil mulai dari pejabat, profesional, pekerja sosial, pegawai tekun (tukang pos, bidan, guru), sukses story, orang biasa yang unik (tukang cukur tua, tukang foto keliling, pemulung sayur busuk, bahkan pengusaha sewa buku keliling,” katanya.

Dwi Setyo menambahkan, banyak kisah-kisah menyentuh dan inspiring yang membangkitkan semangat, bisa meniru perjuangan dari from zero to hero, kisah para survivor bencana/musibah/penyakit, kisah perjuangan hidup, dll. “Problematika sebuah kampung terkait isu air bersih, kurangnya infrastruktur, pendidikan, juga bisa diangkat,” sambungnya.

Selepas workshop, Dwi Setyo berharap para humas di Pemkab makin kreatif dan produktif dalam menghasilkan konten-konten yang bagus serta bermanfaatn tidak saja untuk kepentingan Pemkab setempat, namun lebih jauh lagi bagi siapa saja yang memerlukan informasi tersebut, terlebih kepada para investor dan buyers dari luar negeri. (*)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org