Pelahari, Apkasi.org. Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi berusia 60 tahun pada 2025. Bagi DPRD Tala, usia itu bukan cuma angka. Ia adalah rangkaian sejarah panjang: perjuangan, pengorbanan, dan karya para pendahulu.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Tala, Khairil Anwar, saat memimpin Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Tala, Selasa (2/12/2025), di gedung DPRD.
Khairil menegaskan, lembaganya memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Daerah atas kinerja setahun terakhir. Tantangannya berat: sosial, ekonomi, hingga infrastruktur.
Namun, lanjutnya, sinergi pemerintah dan masyarakat membuahkan berbagai prestasi yang patut dibanggakan.
“Tahun ini, Hari Jadi Tala membawa tema Bagawi Sabarataan Tanah Laut Simpun Bakamajuan. Tema itu menggambarkan semangat gotong royong tanpa memandang perbedaan,” jelas Khairil.
Adapun “Simpun Bakamajuan” menegaskan tekad agar kebersamaan itu mampu membawa Tanah Laut sejajar dengan daerah-daerah yang lebih dulu maju.
Khairil menyebut, perjalanan 60 tahun layak disyukuri. Infrastruktur semakin merata, layanan publik terus meningkat, sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata menguat. Begitu pula pembangunan SDM.
Meski begitu, ia mengingatkan tantangan ke depan tidak mudah. Mulai dari perubahan global, iklim, hingga perkembangan teknologi.
“Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik pun makin tinggi. Karena harus cepat, transparan, dan berkualitas,” ujarnya.
Usai memimpin sidang, DPRD Tala meminta Bupati Tala, Rahmat Trianto, memaparkan progres pembangunan selama masa jabatannya.
Sidang paripurna istimewa tersebut turut dihadiri mantan bupati, tokoh masyarakat, perwakilan partai politik, kepala SKPD, camat, serta unsur Forkopimda. [Poros Kalimantan.com]