Setelah Diperjuangkan 15 Tahun, Taman Nasional Zamrud di Kabupaten Siak Akan Diresmikan Presiden Jokowi

Penunjukkan Kabupaten Siak, Provinsi Riau sebagai tuan rumah Hari Lingkungan Hidup se-Dunia atau World Environment Day (WED) 2016, tidak terlepas dari komitmen tinggi Pemerintah Daerah terhadap kelestarian lingkungan. Salah satunya menjaga kawasan yang menjadi rumah bagi flora dan fauna asli, yakni Taman Nasional Zamrud (TNZ) dan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Bahkan untuk TNZ, Pemkab Siak telah memperjuangkannya sejak 2001 atau selama 15 tahun.

WasiatNews_Danau-Zamrud-Siak-jadi-Taman-Nasional

(Berita: JawaPos. Foto: WasiatNews)

Dalam rangkaian WED 2016 tanggal 23 Juli mendatang, rencananya Presiden Joko Widodo akan meresmikan dan melihat langsung keindahan dan keunikan Taman Nasional Zamrud dan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil menggunakan helikopter.

TNZ tidak hanya menjadi pusat riset flora dan fauna, tapi juga menjadi paru-paru dunia. Sejak tahun 2001, Pemkab Siak telah mengajukan lahan seluas 28.000 hektare itu sebagai Taman Nasional. Harapan itu menjadi kenyataan di era Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, yang menetapkannya sebagai Kawasan Taman Nasional beberapa waktu lalu.

Kawasan ini merupakan gabungan dua danau yang berdampingan, yakni Danau Pulau Besar (2.416 hektar) dan Danau Bawah (360 hektar). Sedangkan nama Danau Pulau Besar diambil dari empat pulau di danau tersebut, yakni Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu, dan Pulau Beruk. Disinilah letak keunikannya, dimana pulau-pulau itu bisa berpindah-pindah tempat, karena terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan, sehingga tidak menjejak ke dasar danau.

TNZ sendiri merupakan hutan rawa primer di atas lahan gambut. Secara geografis, lapisan tanah di tempat tersebut bagaikan cekungan raksasa tempat berkumpulnya air yang berasal dari daerah di sekitarnya.

Siak Danau Zamrud

(Foto: PotretNews)

Di dalam kawasan TNZ, masih bisa ditemukan berbagai jenis satwa langka seperti Ikan Arwana Emas (schleropages formasus), Ikan Balido, Harimau Sumatera (pantheratigris sumatrensis), Beruang Merah (helarctos malayanus), dan hewan lainnya.

Di lokasi ini juga masih bisa melihat dan mendengarkan suara merdu burung yang menjadi ikon Provinsi Riau, Burung Serindit Melayu (loriculus galgulus). Burung ini memiliki ukuran kecil dan panjangnya hanya sekitar 12 cm.

Berdasarkan data BKSDA Riau, ada 38 jenis burung di mana 12 di antaranya adalah hewan dilindungi, yang hidup di kawasan TNZ.

Masih dalam rangkaian puncak peringatan WED 2016, Presiden Jokowi akan memimpin pelepasan benih Ikan Patin dan Ikan Baung sebanyak 60.000 ekor. Nantinya acara ini akan diikuti oleh 300 sampan lainnya. Di masing-masing sampan, warga akan turut melepaskan sekitar 200 ekor benih ikan.

Di waktu berbeda namun masih di hari yang sama, Menteri LHK dijadwalkan akan melakukan dialog interaktif dengan masyarakat dan aktivis lingkungan. Sekaligus akan dilakukan pencanangan Siak Kabupaten Hijau, peresmian Ruang Terbuka Hijau dan penanaman sebanyak 5.000 pohon bersama pelajar di halaman Islamic Center Siak.

Menteri LHK dijadwalkan akan bermalam di Kota Istana, untuk menghadiri penganugerahan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Tengku Mahratu. Pada momen ini kembali akan diserahkan beberapa penghargaan tingkat Nasional. (*)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org