Ribuan Warga Rebutan Tumpeng di Tradisi Babarit dalam rangka HUT Kabupaten Kuningan Ke-518

Acara tradisi Babarit dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-518 berlangsung meriah, Minggu (28/8). Bertempat di ruas jalan raya Siliwangi depan Pendopo Kantor Bupati, ribuan warga berebut tumpeng berbagai ukuran dengan aneka lauknya yang disediakan oleh panitia.

Tradisi Babarit Kabupaten Kuningan

(Sumber: RadarCirebon)

Acara yang digelar mulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai penjuru Kuningan, sedangkan di panggung kehormatan tampak seluruh pejabat Pemkab Kuningan berpakaian adat Sunda tak terkecuali Bupati Kuningan Acep Purnama. Tradisi Babarit yang berarti ngabubarkeun wewerit atau membuang penyakit dan kesialan tersebut diawali dengan pencampuran air dari mata air yang berasal dari empat penjuru mata angin yang dibawa oleh empat mojang cantik. Sambil diiringi alunan musik gamelan, keempat air tersebut kemudian disatukan dalam sebuah wadah dari gerabah.

Setelah dilakukan pembacaan doa oleh Ki Lengser, kemudian air gabungan dari empat penjuru mata angin tersebut oleh Bupati Kuningan Acep Purnama dicipratkan dengan menggunakan seikat daun pandan ke semua penjuru arah. Hal ini sebagai simbol pengusiran segala marabahaya dan kesialan yang mengancam masyarakat Kuningan dan menggantinya dengan kebaikan.

Acara dilanjut dengan acara menyanyikan lima tembang pupuh yang sarat petuah dan nasihat disertai tari-tarian sejumlah mojang. Kemudian dilanjut acara Tayub atau menari bersama para tamu undangan berikut Bupati Acep beserta istri.

Upacara adat Babarit diakhiri dengan pembagian nasi tumpeng hasil sumbangan dari masyarakat, kantor kecamatan, kantor dinas dan sponsor dari sejumlah badan usaha yang ada di Kabupaten Kuningan. Ribuan warga yang sejak pagi berbaris menyaksikan dari luar pagar tak menyia-nyiakan momen tersebut dan langsung merangsek masuk memburu tumpeng berukuran raksasa lengkap dengan lauk yang menggugah rasa.

Bupati Kuningan Acep Purnama mengungkapkan, upacara adat Babarit merupakan tradisi khas masyarakat Sunda Kuningan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberi selama ini sekaligus memohon perlindungan dari berbagai bala dan marabahaya.

“Babarit yang berarti ngabubarkeun wewerit atau dalam bahasa Indonesia berarti mengusir berbagai penyakit dan kesusahan, merupakan tradisi masyarakat Kuningan yang biasa digelar ketika menyambut peristiwa penting seperti ulang tahun atau setelah meraih kesuksesan. Salah satunya adalah menyambut hari jadi Kabupaten Kuningan yang jatuh pada tanggal 1 September mendatang, selain sebagai bentuk pesta rakyat juga merupakan ajang silaturahmi pejabat pemerintahan dengan warganya,” kata Acep.

Selain sebagai ungkapan Syukur, lanjut Acep, tradisi Babarit ini juga sebagai salah satu bentuk upaya melestarikan kebudayaan Kuningan sehingga tidak tergerus oleh kebudayaan barat. Dia juga berharap, tradisi tersebut bisa menjadi ikon budaya Kuningan sekaligus agenda wisata yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. (*)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org