Kendal. Apkasi.org. Polres Kendal dan Pemerintah Kabupaten Kendal bekerja sama dengan para petani anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Wonosari untuk meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Kendal. Lahan Perhutanan Sosial (PS) yang sudah siap tanam jagung di desa ini ada seluas 2 hektare.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada 13,9 hektar lahan binaan Polres Kendal. Dengan penambahan lahan 2 hektar ini, maka naik menjadi 15,9 hektar. “Penanaman jagung juga dilakukan di tiap-tiap Polsek. Jadi yang melakukan penanaman di 16 Polsek lainnya di lahan binaan Polres Kendal,” katanya.
Harapannya, dengan kegiatan ini, Kabupaten Kendal bisa memperluas lahan tanaman jagung, sehingga produksi jagung di Kabupaten Kendal akan meningkat. “Dengan kegiatan ini, Kabupaten Kendal bisa mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan untuk komoditi jagung,” ujarnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan bahwa penanaman jagung ini untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan. “Kegiatan ini membantu menyukseskan program ketahanan pangan khususnya komoditas jagung,” katanya.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal juga mendapat tugas dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menginventarisir kebutuhan untuk meningkatkan produksi panen. Sesuai yang diharapkan para petani, yaitu di antaranya alsintan, pupuk, dan bibit.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan bahwa lahan tanaman jagung di luar lahan Perhutanan Sosial ada seluas 34.000 hektare dalam satu tahun.
“Untuk produksi jagung per hektar rata-rata sebanyak 7 ton, tahun ini targetnya naik menjadi 38 ribu ton per tahun,” katanya.
Dengan kerja sama ini, diharapkan produksi jagung di Kabupaten Kendal dapat meningkat dan mendukung program ketahanan pangan nasional.[medianasional.id]