Peringati Hari Jadi Ke-17, Kabupaten Siak Gelar Festival Bermada Gandeng 3 Negara Serumpun Melayu

Setiap tanggal 12 Oktober masyarakat di Kabupaten Siak bersuka cita menandai hari jadi kabupaten yang tahun ini memasuki usia yang ke-17. Tahun ini pun menjadi istimewa karena ada Festival Siak Bermada yang baru kali ini mengundang 3 Negara Serumpun Melayu, yakni Malaysia, Singapura dan Thailand. Acara dibuka Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Senin (9/10/2016) malam di Kota Siak Sri Indrapura yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Siak.

pawai-budaya-festival-siak-bermadah-2016

(Sumber: Detikcom. Foto: SiakKab)

Menurut Bupati Siak, Syamsuar, pelaksanaan festival budaya ini untuk mempererat tali silahtuhrahim dengan negara tetangga. Agendanya pun beragam mulai dari tarian zapin internasional, lomba syair, langgam Melayu dan tari kreasi. Sebelumnya, festival ini hanya diikuti utusan kecamatan-kecamatan di Kabupaten Siak saja, namun belakangan dirubah formatnya dengan merangkul provinsi dan negara tetangga.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta negeri jiran dan sejumlah provinsi dalam negeri. Ini sebagai wadah pertunjukan seni dan budaya, sekaligus mengingatkan bahwa kita dulunya satu kebudayaan yang sama,” kata Syamsuar dalam sambutannya.

Festival Siak Bermada, lanjut Syamsuar, juga dilaksanakan untuk memperingati hari jadi Kabupaten Siak yang ke-17 yang jatuh setiap 12 Oktober. Festival Siak Bermada akan berakhir pada 14 Oktober. “Festival Siak Bermada ini sebagai langkah dalam memperkenalkan wisata sejarah yang ada di Siak dan umumnya di Riau,” imbuh Syamsuar.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Festival Siak Bermada digelar agar masyarakat tidak melupakan akar sejarah panjang akan berdirinya Kerajaan Siak, yang mana berkaitan erat dengan Kerajaan Malaka di Malaysia. “Sampai kapan pun sudah kewajiban kita untuk mengingat tali sejarah yang panjang tentang Kerajaan Siak Sri Indrapura. Sejarah panjang ini tentunya akan kita kenang sampai akhir hayat,” kata Andi Rachman begitu sapaan akrabnya Gubernur Riau tersebut.

Seperti bisa disaksikan di Kota Siak ini masih berdiri kokoh Istana Siak dengan gaya arsitektur Eropa dan Melayu yang dibangun tahun 1889 silam. Istana Siak dengan bangunan dua lantai ini, pernah dikunjungi Ratu Belanda, Wilhelmina.

Selain Istana Siak yang masih kokoh berdiri, masyarakat juga bisa menjumpai kapal milik Kerajaan Siak yang pernah dibawa berlayar keliling Eropa. Dalam Istana Siak juga ada Komet, yakni sebuah alat musik tua buatan Jerman yang konon hanya ada dua di dunia ini. Menariknya, saat ini alat musik yang usianya lebih 100 tahun tersebut masih bisa berfungsi memutar piringan besar dengan lagu-lagu Eropa.

Dalam catatan sejarah, Sultan Siak ke-12 pernah menyumbang emas tiga gantang dan uang 3 juta Gulden saat Indonesia menyatakan kemerdakaan dari penjajah. Pemberian bantuan emas dan uang ini diserahkan Sultan Siak ke-12, Sultan Syarif Kasim II kepada Presiden Soekarno di Kraton Yogyakarta. (*)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org