Jakarta, Apkasi.org. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Ruang Auditorium J. Leimena Gedung Adhyatma, Lantai II Kementerian Kesehatan, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka dan dihadiri oleh para Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Nonkementerian, Kepala Daerah, seperti Gubernur dan Bupati/Wali Kota dari seluruh Indonesia, serta tamu undangan lainnya.
Rakortek berfokus pada pembahasan indikator prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) untuk memastikan sinkronisasi program pembangunan di daerah.
Secara umum, Rakornas dan Rakortek 2025 merupakan forum strategis untuk mengevaluasi program yang telah berjalan, menetapkan target dan Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk periode 2025-2029, serta memastikan komitmen kepemimpinan dari Pusat hingga Daerah untuk menuntaskan masalah stunting di Indonesia.
Dalam acara ini, melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 330 Tahun 2025, Kabupaten Garut ditetapkan sebagai salah satu penerima dana insentif fiskal kategori percepatan penurunan stunting sebesar Rp5.673.252.000. Dana ini digunakan untuk mendukung infrastruktur pelayanan publik, peningkatan perekonomian, pelayanan kesehatan, dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyampaikan mengenai pentingnya kerja kolaboratif antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menurunkan angka stunting nasional agar mencapai 14,2% pada tahun 2029.
“Program ini harus kita keroyok bersama. Kuncinya ada pada sinergi antara Pusat dan Daerah,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi hasil rakor tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh langkah pemerintah pusat melalui kerja sama antar kabupaten/kota. Bupati Garut juga mengungkapkan kebanggaan atas penghargaan dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dalam akselerasi penurunan stunting.
“Seluruh kabupaten/kota akan saling bahu-membahu berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk bisa mencapai target yang ditetapkan sebesar 14,2 persen. Dan pada hari ini kita sudah mencapai 14,2 %, ini adalah target pemerintah untuk tahun 2029. Artinya, angka stunting di Garut sekarang cukup bagus, sudah di bawah rata-rata nasional. Kita sudah 5 tahun kedepan melampaui apa yang ditargetkan pemerintah,” ungkapnya.
Bupati Syakur menilai capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Ia berharap penghargaan ini dapat menambah semangat untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
”Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Baik SKPD di lingkungan Pemkab Garut hingga kader posyandu dan PKK. Tentu saja membanggakan sekali bahwa kita mendapatkan insentif fiskal sebesar 5,6 miliar lebih. Dan ini akan digunakan untuk terus mengakselerasi penurunan stunting di Kabupaten Garut,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus memperkuat program intervensi gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi masyarakat melalui posyandu dan kader kesehatan di seluruh 42 wilayah kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menuturkan angka stunting di Kabupaten Garut sudah berada di posisi 14,2%. Meskipun demikian, masih terdapat sekitar 21 ribu anak yang mengalami stunting.
Leli menilai kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Garut.
”Walaupun kita sudah mencapai target 5 tahun yang akan datang tapi kita terus akan berupaya bersama Pak Bupati tentu saja bersama-sama akan terus menurunkan angka stunting sampai ke prevalensi yang terendah,” tutup Kepala Dinas Kabupaten Garut. [HARIANGARUTNEWS.COM]