Ciamis, Apkasi.org. Pemerintah Kabupaten Ciamis secara resmi meluncurkan buku biografi almarhum KH. Moh. Sirodj, pendiri Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung, sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya pelestarian sejarah perjuangan ulama daerah.
Peluncuran buku tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Haul Ke-29 KH. Moh. Sirodj yang digelar di Komplek Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung, Kabupaten Ciamis, Minggu, 21 Desember 2025.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M., secara langsung menyerahkan buku biografi tersebut kepada pihak pesantren dan keluarga besar almarhum.
Kehadiran Bupati dalam momentum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendokumentasikan jejak perjuangan ulama sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas daerah.
Buku biografi KH. Moh. Sirodj memuat perjalanan hidup almarhum sejak masa awal pengabdian hingga kiprahnya dalam mendirikan dan mengembangkan Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung.
Di dalamnya tergambar perjuangan panjang yang dilalui dalam keterbatasan, keteguhan dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur’an, serta keteladanan sikap hidup sederhana dan istiqamah yang diwariskan kepada para santri dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan bahwa ulama memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan karakter umat.
Oleh karena itu, dokumentasi sejarah perjuangan ulama perlu dilakukan secara serius agar dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi masa kini dan mendatang.
“Penyusunan buku biografi ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada almarhum KH. Moh. Sirodj. Beliau adalah ulama teladan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui pesantren,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh melalui proses panjang yang dilandasi keimanan, keikhlasan, dan pengabdian.
Dari pesantren inilah lahir generasi-generasi Qur’ani yang membawa ilmu sekaligus semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa warisan terbesar seorang ulama adalah ilmu yang bermanfaat dan keteladanan yang terus hidup sebagai amal jariyah.
Melalui buku biografi tersebut, nilai-nilai perjuangan dan pengabdian KH. Moh. Sirodj diharapkan dapat terus menginspirasi masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Peluncuran buku biografi ini turut disaksikan oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, beserta rombongan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para alim ulama, kyai sepuh, santri, alumni, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan besarnya penghormatan terhadap sosok KH. Moh. Sirodj dan pengaruhnya dalam dunia pendidikan keagamaan.
Bupati Herdiat juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus bersinergi dengan pesantren di tengah tantangan perubahan zaman.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendukung eksistensi dan pengembangan pesantren agar tetap berperan sebagai pusat pendidikan karakter tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.
“Melalui buku ini, kami berharap nilai keikhlasan, perjuangan, dan pengabdian almarhum KH. Moh. Sirodj dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat serta generasi penerus,” pungkas Bupati. [reportasee.com]