Paska Longsor dan Banjir, Bupati Purworejo Tetapkan Masa Tanggap Darurat 30 Hari

Bencana longsor dan banjir yang terjadi di Jawa Tengah, Sabtu 18 Juni menelan puluhan korban jiwa. Purworejo menjadi Kabupaten yang paling parah terdampak bencana longsor dan banjir. Bupati Purworejo Agus Bastian menetapkan masa tanggap darurat 30 hari, berlaku 19 Juni hingga 18 Juli 2016. Selama masa tanggap darurat, Komandan Kodim 0709 ditunjuk sebagai Komandan Tanggap Darurat.

Banjir longsor Purworejo

(Berita/Foto: MetrotvNews. Tampak tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI mencari korban longsor yang masih tertimbun)

“Upaya tanggap darurat melibatkan multipihak yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo,” sebut Agus dalam siaran yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (20/6/2016).

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor telah dibentuk segera setelah insiden tersebut. Willem memberikan tiga arahan prioritas, yaitu memprioritaskan pencarian korban hilang, menangani masyarakat yang terdampak, dan melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural.

“Bentuk mitigasi yang akan dilakukan adalah merestorasi sungai, pemerintah setempat akan bekerjasama dengan Kementerian PU untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana,” jelas Willem.

Willem menambahkan, banjir dan longsor juga berdampak pada korban meninggal dan hilang di Kabupaten Kebumen. Data BPBD Kebumen menyebutkan dua orang meninggal dan enam orang hilang. Puluhan rumah rusak dan ratusan lain terendam banjir, sedangkan empat jembatan rusak di lokasi yang berbeda.

Banjir dan longsor di Kebumen dipicu oleh hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah ini sejak pukul 15.00 hingga 24.00 waktu setempat. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 20 – 22 Juni.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mengantisipasi potensi banjir dan longsor karena potensi curah hujan masih tinggi.

Sutopo mengatakan, hingga pukul 18.00 WIB, data BPBD menyebutkan total korban banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo sebanyak 40 orang meninggal, tujuh orang hilang, dan 10 luka-luka. Sementara itu, 19 rumah rusak berat dan 41 rumah terpendam, dan tiga jembatan rusak.

“Ketiga jembatan yang rusak tersebut berada di Kecamatan Loning, Mranti dan Caok. BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan. Menurut pantauan tim BNPB di lapangan, kendala yang sangat signifikan dalam proses evakuasi adalah kondisi wilayah yang tertimbun longsor, terutama di Desa Donorati,” jelas Sutopo. (*)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org