Inilah Kiat Bupati Trenggalek Emil Dardak, Majukan Pembangunan dan Tarik Investasi

Kepemimpinan Emil Dardak di Kabupaten Trenggalek diganjar penghargaan bergengsi. Daerah ini masuk sebagai kabupaten dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terbaik versi BKPM. Apa rahasianya?

Audiensi Pengurus Apkasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya_Emil Dardak

(Sumber: SWA. Foto: Humas Apkasi. Tampak Bupati Trenggalek Emil Dardak selaku Waketum Apkasi saat melakukan audiensi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung Karsa Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (10/8/16). 

“Trenggalek adalah salah satu pusat ekonomi di pesisir Selatan. Saya sudah koordinasi dengan Ditjen Perhubungan. Nanti akan dibangun pelabuhan laut untuk barang di Prigi. Ini sudah masuk rencana induk pembangunan pelabuhan nasional,” katanya.

Dari survey Balitbang Kemenhub, Prigi adalah teluk terbaik di pesisir Selatan karena kedalamannya bisa mencapai 24 meter. Wilayah Trenggalek juga poros ekonomi pesisir Selatan yang berada di koridor Jogja-Prigi-Blitar-Malang.

“Nantinya, akan ada jalan raya dengan grade nasional melintasi Trenggalek. Untuk pendanaan, Insya Allah akan dapat prioritas dari IDB (Islamic Development Bank). Inilah yang kami upayakan untuk mendorong Prigi sebagai hub,” kata dia.

Sejak awal menjabat Bupati Trenggalek, lanjut dia, masalah perizinan memang menjadi fokus suami pesinetron Arumi Bachsin ini. Targetnya, masalah yang terkait investasi rampung di 4-5 bulan pertama menjabat. Caranya, lewat koordinasi intensif dengan Asosiasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Apkasi), termasuk saat membahas pembangunan infrastruktur jalan nasional, misalnya.

“Penting untuk punya sistem yang transparan. Kami membangun web kabupaten, yakni trenggalek.co.id. Semua aduan dan laporan bisa masuk. Semua program pemerintah juga kami update di sana. Bahkan, lelang dan sebagainya,” katanya.

Emil menjelaskan, segala hal tentang perizinan diatur oleh Kantor Perizinan dan Penanaman Modal. Seperti izin PIRT untuk industri rumah tangga, perpanjangan izin hotel, dan lainnya sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor bupati. Meski begitu, ia juga kerapkali turun langsung ke lapangan untuk membantu jika ada yang perizinan yang macet.

“Seperti, permohonan izin menjual mebel, tidak perlu mengurus AMDAL. Saya bilang ke Kabag Hukum, cari dasar hukumnya untuk hilangkan aturan yang terlalu rumit. Akhirnya, ketemu. Tentu, pencapaian ini belum optimal karena masih ada beberapa dinas yang belum bergabung ke PTSP,” katanya.

Ia menjelaskan, prospek ekonomi Trenggalek sangat cerah dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 13 triliun pada tahun 2015 lalu. Pemerintah kabupaten juga terus menggenjot pembangunan infrastruktur, membenahi KPPM, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat Balai Latihan Kerja dan SMK yang terhubung langsung dengan dunia industri.

Sarana pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran baru semakin banyak yang menambah kondusif iklim usaha di Trenggalek. Pemerintah daerah juga terbuka untuk masukan yang membangun. Trenggalek juga memiliki tata ruang yang jelas. Nantinya, ada wilayah yang fokusnya untuk kegiatan ekonomi dan bisnis. Salah satunya, adalah Kecamatan Panggul yang sedang dibangun menjadi kota baru.

“Kami yakin Kota Panggul akan menjadi kota perdagangan termaju. Semua akses jalan yang dibangun sekarang terhubung dengan Panggul. Ada banyak insentif untuk investor yang ingin turut membangun Trenggalek,” kata pria yang meraih gelar doktor di usia 22 tahun ini. (*)

About Humas 544 Articles
Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Kantor Sekretariat: Gedung Sahid Sudirman Center, Lt.21. Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Jakarta, 10220 Phone: +6221 2788-9480 Fax: +6221 2788-9481 Email: info@apkasi.org