Agam, Apkasi.org. Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya mempercepat penurunan stunting melalui langkah kolaboratif lintas sektor. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Aula Bappeda Agam, Kamis (13/11/2025).
Dalam arahannya, Sekda Lutfi menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan isu pembangunan manusia yang menentukan daya saing daerah pada masa mendatang. Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan kognitif, produktivitas rendah, dan keterbatasan tumbuh kembang.
“Anak-anak yang mengalami stunting berisiko memiliki daya saing rendah di masa depan. Karena itu, percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara kolaboratif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Sekda.
Sekda menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam telah menjalankan berbagai program lintas sektor untuk menurunkan angka stunting. Upaya tersebut antara lain peningkatan gizi ibu dan anak, penyediaan air bersih dan sanitasi, perbaikan layanan kesehatan dasar, serta penguatan edukasi keluarga mengenai pola hidup bersih dan sehat.
“Pemkab Agam berkomitmen penuh mempercepat penurunan angka stunting, sejalan dengan arahan Presiden dan target nasional menurunkan stunting menjadi 14 persen pada 2029,” tambahnya.
Menurut Sekda, rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi efektivitas program, dan menyusun agenda percepatan yang lebih terarah. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap anak memiliki akses penuh terhadap nutrisi, sanitasi, dan layanan kesehatan dasar.
“Kita ingin setiap anak di Kabupaten Agam lahir sehat, tumbuh cerdas, dan hidup sejahtera. Untuk mewujudkan itu, pastikan tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi, tidak memiliki akses air bersih, atau tidak mendapatkan layanan kesehatan dasar,” tegasnya.
Rakor yang dihadiri perangkat daerah, camat, dan perwakilan lintas sektor tersebut turut menghadirkan narasumber dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BKKBN Sumbar. Para narasumber memaparkan strategi percepatan penurunan stunting, termasuk pendekatan sensitif dan spesifik untuk memperkuat intervensi di tingkat keluarga dan nagari.
Dengan sinergi yang lebih solid serta komitmen kolektif, Pemerintah Kabupaten Agam optimistis dapat mewujudkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing—menuju Agam tanpa stunting. [infopublik.id]