Prof. DR. Ir. H. M. NURDIN ABDULLAH, M.Agr.
BUPATI BANTAENG
SEKRETARIS JENDERAL APKASI
MASA BAKTI 2015-2020

????????????????????????????????????
SEKJEN APKASI

Siap Sharing Sukses
ke Semua Bupati

Sejak terpilih sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2008, Nurdin Abdullah langsung didaulat menempati posisi strategis di Apkasi yaitu sebagai Kepala Bidang Pertanian. Apkasi menyadari betul kemampuan profesor di bidang agraria ini, dan diharapkan bisa berkontribusi besar bagi asosiasi, serta mampu memberikan pencerahan dalam membangun pertanian di daerah kabupaten di Indonesia.

Hasilnya, beberapa daerah memanfaatkan ide kreatif, termasuk jaringan pasar berbagai komoditas hasil pertanian yang dimiliki Nurdin Abdullah. Komunikasi intens selama di Apkasi menelurkan ide pengembangan Talas Satoimo, komoditas yang dikembangkan Nurdin Abdullah di Bantaeng dalam meningkatkan pendapatan para petaninya. Pengembangan dan pertanian Talas Satoimo pun menjadi tren di beberapa daerah, seperti di Kepahiang dan puluhan daerah lainnya.

Sebagai profesor di bidang agraria dan lulusan dari universitas ternama di Jepang, Nurdin sadar betul potensi komoditas yang bisa dimanfaatkan petani Indonesia untuk mengisi pasar besar di Jepang, termasuk Talas Satoimo. Potensi-potensi inilah yang terus ia suarakan untuk dimanfaatkan petani dan juga dukungan para kepala daerah. Inilah sekelumit kontribusi Nurdin Abdullah di Apkasi dalam mengembangkan pertanian yang lebih maju, mensejahterakan petani dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

BUPATI SARAT PRESTASI
Tahun 2015 ini, seiring pergantian masa bakti kepengurusan Apkasi, Nurdin Abdullah dipercaya Ketua Umum terpilih, Mardani H. Maming, Bupati Tanah Bumbu dan para bupati peserta Munas Apkasi IV, sebagai Sekretaris Jenderal Apkasi, lima tahun ke depan. Kemampuan personal dan organisasi serta prestasi yang dimiliki Nurdin, diharapkan bisa meningkatkan kinerja asosiasi, termasuk meningkatkan persaingan kabupaten dalam menuju pasar regional dan global seperti MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang sudah di depan mata.

Nurdin yang memiliki segudang prestasi serta jaringan luas, diharapkan bisa mengangkat peran Apkasi dalam meningkatkan persaingan daerah kabupaten, bukan lagi untuk tingkat lokal, tapi sudah menuju global dan regional. Sebagai lulusan Jepang yang berprestasi, Nurdin dikenal baik jaringan strategis di negara Sakura, baik itu lembaga pendidikan, perusahaan dan juga pemerintah Jepang sendiri. Ini dibuktikan dengan peningkatan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan berbagai institusi dan perusahaan dari Jepang. Bahkan, investasi besar yang masuk ke Bantaeng selama ini didominasi dari negara Jepang dan juga Tiongkok.

Bicara prestasi Nurdin sebagai bupati, bisa dilihat langsung dari perkembangan Bantaeng dalam beberapa tahun terakhir. Orang menyebut daerah yang dulu langganan banjir ini sebagai The New Bantaeng. Perubahan drastis terjadi setelah Nurdin menempati posisi tertinggi di Bantaeng. Berbagai layanan publik kepada masyarakat bisa dikatakan diatas rata-rata daerah kabupaten di Indonesia. Bahkan, saking mapannya pelayanan kesehatan di Bantaeng, termasuk layanan Brigade Siaga Bencana (BSB) yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bantaeng, layanan ini masuk nominator United Nations Public Service Award, wadah organisasi PBB khusus dalam menyeleksi layanan publik dari pemerintah seluruh negara dunia.

Nurdin dengan kemampuan agrarianya pun mencetuskan Bantaeng sebagai Kabupaten Benih Berbasis Teknologi. Ia memulai dengan terlebih dahulu merevitalisasi kelembagaan petani dan kelompok tani serta mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sehingga berbadan hukum. Untuk meningkatkan komoditas unggul, Nurdin bersama masyarakat menerapkan pola zonasi wilayah pengembangan untuk pengembangan komoditas unggulan, termasuk untuk komoditas ekspor.

Alhasil, terobosan-terobosan ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Bantaeng dalam beberapa tahun terakhir, termasuk meningkatkan peran Bantaeng di Sulawesi Selatan sebagai kabupaten produktivitas terbaik diberbagai bidang. Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Nurdin sebagai bupati mendapat banyak apresiasi, baik dari pemerintah pusat, kementerian, dunia industri/perusahaan, termasuk media.

Tercatat, sekitar 50 lebih prestasi disematkan kepada Nurdin Abdullah dan juga Pemerintah Kabupaten Bantaeng sejak tahun 2009 sampai tahun 2015. Seperti Satya Lencana dari Presiden RI Bidang Pertanian, Januari 2009, Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan 16 Juni 2011 dan sederet prestasi skala nasional lainnya. Berkat prestasinya, Nurdin kerap menjadi perhatian media-media nasional dan juga media internasional. Sebagai Sekretaris Jenderal Apkasi, Nurdin akan berkontribusi besar dan sharing pengalamannya dengan para bupati, sehingga daerah kabupaten semakin berdaya saing. (hen)